Tips Memotret Anak Kecil

28 Feb, 2017

Tips Memotret Anak Kecil

Memotret anak kecil serta ekspresi anak-anak atau bayi yang menyenangkan. Ekspresi anak kecil akan memancarkan pesona tersendiri dari wajah dan bahasa tubuh anak-anak tersebut. Dunia kecil miliknya yang tak dapat dimasuki oleh orang dewasa membuat anak-anak semakin special.

Picture1

Pekerjaan yang mengasyikkan adalah memotret anak-anak atau bayi. Namun jika kita tidak memiliki kesabaran yang lebih, memotret anak kecil malah membuat kita stres karena ulah anak-anak yang susah untuk diatur. Namun ekspresi lucu dan alami serta polah yang menggemaskan merupakan daya tarik sendiri memotret anak kecil.
Cara memotret bayi dan anak kecil tidak bisa dengan paksaan, akan tetapi butuh pendekatan dan mencoba mendekat ke dunia mereka untuk berinteraksi. Jika hal tersebut sudah dilakukan, untuk mengabadikan ekspresi anak kecil akan mendapatkan kemudahan.
Salah satu tips memotret anak kecil yang bisa diaplikasikan saat memotret anak-anak adalah memotret pada “eye-level” bayi tersebut. Ada banyak foto bayi yang diambil dari angel atas sekitar 2-3 meter diatas bayi tersebut. Angel pemotretan bayi dari atas akan membuat bayi lucu tersebut tampak lebih kecil dan mirip dengan mainan.
Hindari menggunakan sinar flash yang memungkinkan dapat mengganggu konsentrasi si anak, untuk itu gunakanlah cahaya sekitar (natural light).

Tips Memotret Anak Kecil dan Bayi

  1. Sabar menunggu momen yang tepat
    Anak-anak biasanya aktif dan tidak selalu bersedia untuk mendengarkan instruksi. Perhatikan mereka dan Anda harus siap dengan kamera Anda untuk saat-saat yang baik untuk dipotret. Untuk hal ini dibutuhkan kesabaran agar mendapatkan momen yang baik dan menarik untuk dipotret, jangan lakukan dengan terburu-buru karena akan menghasilkan foto yang biasa-biasa saja.
  2. Foto anak kecil saat mereka bermain dengan mainan
    Anak-anak biasanya sangat melekat pada mainannya., terutama mainan favorit mereka. Potretlah mereka saat bermain dengan mainannya dan cari momen yang menunjukkan hubungan ketertarikan antara mereka dan mainannya.
  3. Perhatikan latar belakang (background) dan latar depan (foreground)
    Hindari pemotretan di lingkungan dengan latar depan dan latar belakang yang berantakan dan yang tidak diinginkan. Hindari memiliki sesuatu yang vertikal di belakang nereka yang akan terlihat seperti seolah-olah itu muncul dari kepala mereka.
  4. Warna itu penting
    Jika Anda tahu tempat yang dituju, rencanakan secara matang dengan memilih kombinasi yang baik dari warna antara pakaian anak-anak dan latar belakang / sekitarnya. Hindari memakai warna yang sama / serupa dengan ligkungan, karena akan membuat anak-anak kurang menonjol dalam foto.
  5. Lakukan pemotretan di pagi atau sore hari
    Saat memotret di luar ruangan, sebaiknya dilakukan di pagi atau sore ketika sudut matahari rendah dan kualitas cahaya lebih baik dan lebih lembut. Jika tidak memiliki pilihan selain memotret pada saat sudut matahari tinggi di waktu tengah hari, cobalah mencari tempat teduh di bawah pohon atau dimana matahari terhalang oleh gedung-gedung tinggi.
  6. Gunakan jendela atau tirai untuk mengurangi cahaya
    Saat pemotretan dilakukan di dalam rumah, usahakan posisi anak di dekat jendela dengan wajahnya menghadap jendela atau salah satu sisi wajahnya diterangi cahaya dari jendela. Jika Anda memiliki tirai putih yang tipis, gunakan tirai tersebut untuk menyebarkan cahaya dan buat pencahayaan yang lembut jika diperlukan.
  7. Fokus pada mata mereka
    Bagian terindah dari anak-anak adalah mata, untuk itu cobalah lakukan pemotretan dengan fokus pada mata mereka ketika Anda memotret dengan sudut pada wajah.
  8. Carilah ekspresi, emosi dan hubungan
    Menangkap ekspresi anak-anak, emosi dan hubungan mereka dengan orangtua atau teman akan membantu membuat foto yang lebih baik dan bercerita. Jadi carilah wajah-wajah lucu, tawa dan bahkan menangis.
  9. Rule of Third
    Cobalah berkreasi dengan komposisi. Jika Anda biasa memotret anak dengan menempatkan mereka di tengah foto. Tempatkan posisi mereka dengan mengikuti Rule of Third (posisi mereka ada di titik persimpangan garis jika bidang foto dibagi menjadi 9 bagian yang sama besar)
  10. Sejajarkan posisi kamera dengan mata mereka
    Memotret anak-anak dari sudut yang tinggi menciptakan perspektif tidak menyenangkan. Bawa posisi kamera Anda sejajar mata mereka dengan cara jongkok atau berbaring.

 

indonesian talent

Leave a Reply

*