Cara Menjadi Aktor atau Aktris yang Baik (2)

28 Feb, 2017

Cara Menjadi Aktor atau Aktris yang Baik (2)

Selalu ada seseorang yang mampu maju ke panggung dan menjadi pusat perhatian dari keseluruhan pertunjukan. Mereka adalah aktor/aktris yang begitu hebat sehingga bisa menarik diri Anda ke dalam dunia mereka dan membuat Anda penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya. Teruslah membaca untuk mengetahui cara menjadi aktor/aktris yang hebat dan cara menunjukkan emosi yang kuat untuk memikat penonton Anda.

Metode 2
Memainkan Karakter yang Dapat Dipercaya

a. Berikan komitmen kepada peran-peran Anda

Sebagai aktor, bukan tugas Anda untuk menulis ulang naskah untuk membuat diri Anda “lebih disukai”, dan bukan juga tugas Anda untuk menilai cerita atau karakter dan malah memainkan karakter versi Anda sendiri. Tugas Anda adalah menampilkan karakter yang bisa membuat orang percaya karakter tersebut adalah bagian dari film, sandiwara atau acara TV. Seperti halnya penulis, sutradara, kamerawan dsb., Anda harus bekerja sebagai bagian dari kelompok yang besar dan konsisten yang bertujuan membuat acara yang hebat.

    • Jangan merasa malu atas apa yang karakter Anda lakukan, karena pada akhirnya itu semua adalah akting. Jika Anda menahan diri dalam adegan yang menjijikan, kasar, seksual, atau menyulitkan secara emosional, Anda hanya akan menjauhkan diri Anda dari penonton dan terkesan “tidak realistis”.
    • Semua aktor terbaik memberikan komitmen penuh terhadap peran-peran mereka. Pernah bertanya-tanya kenapa Tom Cruise masih merupakan bintang film aksi? Itu karena dia tidak pernah mengedip, bercanda, atau setengah-setengah dalam mengikuti naskah. Dia selalu punya energi yang tinggi dan komitmen penuh, bahkan dalam keadaan yang aneh atau lucu.
    • Memberikan komitmen terhadap sebuah peran berarti melakukan apa pun untuk menampilkan karakter Anda secara realistis, bukan melakukan apa yang membuat Anda terlihat bagus sebagai aktor.

 

b. Belajarlah untuk bereaksi

Walaupun tidak semua orang setuju bahwa akting adalah reaksi, ini adalah hal yang masih penting untuk dipertimbangkan saat Anda belajar mengenai akting. Ini berarti Anda harus melatih sifat responsif Anda terhadap keadaan apa pun dalam akting. Berkonsentrasilah pada dialog aktor lainnya, dengarkan mereka sepenuh hati seperti Anda mendengarkan percakapan orang lain di “kehidupan nyata”. Anda perlu menanggapi dengan jujur, dalam suara karakter Anda, walaupun Anda bukan perhatian utama dari adegan.

    • Fokuskan diri Anda pada saat sekarang. Jangan coba berpikir ke depan, ke adegan berikutnya, atau mengkhawatirkan apakah penyampaian dialog Anda di adegan sebelumnya tepat atau tidak.
    • Untuk contoh yang humoristis, tontonlah Charlie Day di acara It’s Always Sunny in Philadelphia. Walaupun dia tidak berbicara, alis, mata dan jari-jarinya selalu bergerak. Dia memberikan komitmen penuh terhadap energi karakternya yang liar dan tak terduga.

 

c. Pikirkan postur yang konsisten

Penting untuk diingat bahwa sesuatu yang sepele seperti postur dapat membuat perubahan besar. Bukan hanya hal itu membuat Anda terlihat lebih percaya diri, tetapi akan lebih membantu Anda untuk mendalami kehidupan karakter tersebut. Jika karakter Anda lemah atau kurus, tarik bahu Anda ke depan dan jauhkan diri Anda dari yang lainnya. Jika karakter Anda heroik, berdirilah tegak dengan membusungkan dada dan mengangkat tinggi kepala Anda.

d. Gunakan tempo dan volume suara Anda untuk menentukan energi sebuah adegan

Saat mengucapkan dialog, Anda akan merasa tergoda untuk mengucapkannya secepat mungkin. Tetapi cara ini pasti dapat menghilangkan nuansa dari peran Anda. Sebaliknya, biarkan tempo dan volume suara Anda mengikuti keadaan diri karakter Anda.

    • Karakter yang gugup atau takut sering kali bicara dengan cepat, memburu-buru perkataannya.
    • Karakter yang marah akan menaikkan nada suara, dan mungkin akan memperlambat bicara (untuk membuat penekanan) atau mempercepatnya (saat dipenuhi amarah).
    • Karakter yang bahagia atau bersemangat cenderung bicara dengan volume suara yang tidak naik-turun, atau menaikkan volume saat terus bicara. Dia bicara dengan cepat.
    • Ragam tempo dan volume, tergantung adegannya, adalah cara yang sangat bagus untuk menunjukkan reaksi atau perubahan karakter terhadap kejadian.

 

e. Bermainlah dengan penekanan pada dialog Anda

Pikirkan tentang subteks dari setiap kalimat, dan beri penekanan yang sesuai. Memberi penekanan pada kalimat adalah hal yang penting. Anggaplah itu sebagai kata atau frasa yang paling penting dari kalimat. Hal itu mungkin tidak terasa penting, tetapi penekanan dapat memiliki peran yang besar dalam apa pun yang Anda katakan. Misalnya, “Aku cinta kamu” memiliki konotasi yang berbeda dibandingkan “Aku cinta kamu.

  • Ini adalah tempat lain di mana aktor-aktor terkenal dapat membantu Anda berlatih. Carilah naskah lama secara daring untuk film yang belum Anda tonton, lalu pilihlah karakter dan cobalah bacakan beberapa kalimat. Saat Anda menonton film tersebut, bandingkan cara aktor memilih untuk menyampaikan kalimat-kalimat tersebut. Tidak ada jawaban yang salah di sini, tetapi hal ini bisa membantu Anda memperhatikan kehalusan dari penekanan.

 

f. Hargai naskah

Kecuali Anda diizinkan untuk melakukannya, atau hanya melakukan improvisasi pada satu atau dua kata, setialah pada naskah sebisa mungkin. Anda mungkin tidak yakin apakah ada panggilan untuk melakukan dialog atau adegan tambahan, atau apakah sutradara tersebut menyukai kalimat itu karena suatu alasan. Saat Anda ragu, patuhilah naskah. Anda akan diberi tahu jika mereka ingin Anda melakukan improvisasi atau mencoba sesuatu yang berbeda

g. Bersikaplah konsisten pada blocking Anda

Blocking adalah arah ke mana Anda bergerak atau berdiri dalam sebuah adegan. Setelah Anda menentukan blocking dengan sutradara, jangan mengubahnya. Berusahalah untuk menempatkan diri pada blocking yang sama pada setiap pengambilan gambar, latihan atau adegan. Hal ini memungkinkan kesinambungan adegan, dan membantu kru dan aktor lainnya dalam merencanakan pekerjaan mereka sendiri.

    • Hal ini terutama penting untuk proyek film, karena blocking yang sama persis memungkinkan penyunting untuk memotong di antara pengambilan gambar tanpa disadari penonton.

 

h. Abaikan kamera atau penonton

Mengenali, bereaksi atau mengakui keberadaan penonton adalah cara tercepat untuk keluar dari karakter. Dalam sebagian besar keadaan, karakter tidak tahu bahwa dia berada di sebuah sandiwara atau film, dan Anda juga tidak boleh tahu. Hal ini akan timbul seiring Anda berlatih, tetapi cara yang baik untuk mempersiapkan diri, cukup dengan berdiri di depan kamera. Saat Anda menyadarinya, atau merasa seakan Anda diawasi, jangan bereaksi terhadap perasaan itu.

    • Banyak pemeran dan kru berpengalaman tidak membuat kontak mata saat dengan Anda saat Anda berakting, dengan menyadari bahwa membalas kontak mata seseorang adalah kecenderungan yang alami pada manusia. Cobalah bantu rekan-rekan aktor Anda dengan melakukan hal yang sama saat Anda mengambil jeda di waktu mereka bekerja.
    • Sadarilah hal-hal yang Anda lakukan saat Anda gugup. Hindari memainkan rambut Anda, menyembunyikan tangan Anda di saku, Atau menggoyangkan kaki Anda. Sebaliknya, atasilah rasa gugup Anda dengan mengambil napas yang dalam dan meminum air.

indonesian talent