Cara Menjadi Aktor atau Aktris yang Baik (1)

28 Feb, 2017

Cara Menjadi Aktor atau Aktris yang Baik (1)

Selalu ada seseorang yang mampu maju ke panggung dan menjadi pusat perhatian dari keseluruhan pertunjukan. Mereka adalah aktor/aktris yang begitu hebat sehingga bisa menarik diri Anda ke dalam dunia mereka dan membuat Anda penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya. Teruslah membaca untuk mengetahui cara menjadi aktor/aktris yang hebat dan cara menunjukkan emosi yang kuat untuk memikat penonton Anda.

Metode 1

Mempersiapkan Diri untuk Peran

 

a. Bacalah keseluruhan naskah 2-3 kali

Anda perlu mendalami dengan baik keseluruhan sandiwara/film, bukan hanya karakter Anda. Aktor ada untuk mengarahkan tema dan plot yang lebih besar pada suatu film. Jika Anda tidak memahami tema dan ide-ide yang lebih besar pada naskah, penampilan Anda akan terlihat tidak pas dengan cerita. Saat membaca naskah, tanyakan diri Anda tema utama karya tersebut. Bagaimana karakter Anda masuk ke dalam cerita?

    • Setelah memahami keseluruhan cerita, beralihlah ke bagian karakter Anda dan bacalah 1-2 kali lagi. Sekarang konsentrasilah pada karakter dan dialog Anda.

 

b. Ajukan pertanyaan kunci serta jawabannya tentang karakter Anda

Untuk mendalami karakter Anda, Anda perlu menyelami lebih dari sekadar apa yang terdapat pada naskah dan mulai memikirkan apa yang membuat karakter Anda menonjol. Semua ini mungkin tidak akan terlihat di layar/panggung, tetapi fakta-fakta kecil ini akan membantu Anda menampilkan karakter sepenuhnya dan dapat mengarahkan kepada penemuan-penemuan penting tentang bagaimana Anda akan memainkan peran tersebut. Saat memikirkan “jawabannya”, percayai insting Anda atau mintalah bantuan kepada sutradara atau penulis.

    • Siapa aku?
    • Dari mana asalku?
    • Kenapa aku di sini?

 

c. Ketahui hasrat khusus dari karakter Anda

Semua karakter, di hampir di semua cerita, menginginkan sesuatu. Ini adalah dasar dari plot. Hasrat ini bisa berupa tujuan untuk menyelamatkan dunia, mendapatkan teman kencan, atau hanya mendapatkan sesuatu untuk dimakan. Tetapi Anda perlu tahu hasrat ini, dan kenapa karakter Anda memiliki hasrat tersebut, agar Anda bisa menampilkan karakter tersebut dengan akurat. Semua tindakan karakter Anda adalah semacam perpanjangan dari hasrat ini. Hasrat adalah apa yang mendorong dan memotivasinya.

    • Hasrat karakter bisa berubah, dan Anda perlu memperhatikan kapan hal ini terjadi, yang hampir selalu berupa adegan atau saat yang besar untuk ditampilkan.
    • Sebagai latihan, coba pilih hasrat karakter/aktor kesukaan Anda. Misalnya dalam film There Will Be Blood, karakter utama sangat didorong oleh kebutuhannya untuk menemukan lebih banyak minyak bumi. Setiap tindakan, penampilan dan emosi merupakan hasil dari ketamakannya yang mendalam dan tanpa akhir, dan Anda bisa melihatnya pada wajah Daniel Day-Lewis di setiap adegannya.

 

d. Latihlah dialog Anda sampai terbiasa

Anda tidak seharusnya mengambil jeda dan memikirkan apa yang akan Anda katakan. Anda harus lebih memperhatikan cara Anda mengatakannya. Satu-satunya cara untuk mencapai titik ini adalah melatih dialog Anda lagi dan lagi, lakukan sebaik yang Anda bisa untuk mengatakannya tanpa harus melihat naskah kembali. Mintalah teman Anda untuk membacakan bagian lainnya agar Anda bisa melakukan percakapan dua arah dengan realistis.

    • Latihlanlah dialog saat Anda membacanya. Cobalah dengan banyak cara penyampaian, dengan berbagai perubahan kata atau penekanan, dan lihatlah bagaimana hal itu memengaruhi karakter Anda.
    • Merekam diri Anda dan melihatnya kembali setelahnya dapat membantu Anda menemukan kesalahan-kesalahan kecil, atau mendengar cara-cara baru untuk menyampaikan dialog.
    • Fokuslah untuk bisa menyampaikan dialog dengan benar sebelum mengkhawatirkan tentang kesempurnaan dialognya. Anda harus bisa mengucapkan kata-katanya terlebih dahulu, lalu menyempurnakannya setelahnya.

 

e. Bicaralah dengan sutradara mengenai visinya untuk karakter tersebut

Jika Anda sudah mendapatkan peran tersebut, bicaralah dengan sutradara untuk mengetahui apakah ada arahan khusus yang ia inginkan. Secara singkat, beri tahu dia tentang ide Anda terkait karakter tersebut dan bagaimana ide tersebut menambahkan sesuatu ke dalam tema proyek, kemudian dengarkan juga idenya. Ingatlah bahwa Anda ada untuk membantu proyek secara keseluruhan, bukan untuk diri Anda sendiri. Anda harus bisa menerima ide dan kritik membangun secara lapang dada.

  • Jika Anda belum mendapatkan peran tersebut, dan baru akan menghadiri audisi, tentukan arahan untuk karakter tersebut dan pertahankanlah. Jangan coba memberikan apa yang orang ingin lihat. Sebaliknya, bacalah catatannya dan persiapkan dialog yang terasa alami bagi Anda.

 

f. Tempatkan diri Anda di posisi karakter Anda

Anda tidak bisa mewakili karakter dengan baik tanpa berpikir seperti karakter itu. Walaupun kata-kata Anda sudah terdapat di dalam naskah, tindakan dan posisi Anda tidak selalu sudah ditentukan secara pasti. Sebagai tambahan, mengenal karakter Anda dengan baik akan membantu Anda melakukan improvisasi seandainya seseorang lupa dialognya. Mempersiapkan peran adalah proses untuk masuk ke dalam pikiran karakter Anda, menjelma menjadi karakter Anda sebisa mungkin.

    • Method acting adalah saat di mana seorang aktor tetap berada dalam karakter di lokasi syuting. Dalam jeda adegan, dia tetap memainkan perannya, mencoba masuk ke dalam karakter sepenuhnya agar dia selalu memainkan peran dengan sempurna di depan kamera.
    • Temukan dialog dari karakter yang berkaitan dengan diri Anda. Apakah Anda pernah merasakan emosi yang dialami karakter Anda? Apakah Anda tahu mengenai perjuangannya sedikit? Temukan cara untuk menyalurkan emosi Anda ke dalam dialog karakter Anda untuk mendapatkan hasil terbaik.

indonesian talent